Media Informasi dan Komunikasi, Sarana Belajar dan Hiburan

.

.

.

.

.

Kamis, 01 Agustus 2024

PROFIL PENYAIR INDONESIA

Gambar W.S. Rendra 



 W. S. RENDRA

W.S. Rendra, nama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra, adalah seorang penyair, dramawan, dan aktor terkenal dari Indonesia. Berikut adalah profil lengkap mengenai W.S. Rendra:

Profil Singkat

  • Nama Lengkap: Willibrordus Surendra Broto Rendra
  • Nama Panggung: W.S. Rendra
  • Tanggal Lahir: 7 November 1935
  • Tempat Lahir: Solo, Jawa Tengah, Indonesia
  • Tanggal Wafat: 6 Agustus 2009
  • Tempat Wafat: Depok, Jawa Barat, Indonesia

Pendidikan

  • Sekolah Menengah Atas: SMA di Surakarta
  • Perguruan Tinggi: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  • Studi di Luar Negeri: Studi drama di American Academy of Dramatic Arts, New York, Amerika Serikat (1964-1967)

Karier

  • Penyair dan Penulis: Rendra dikenal sebagai salah satu penyair terbesar Indonesia dengan karya-karya yang mencerminkan kritik sosial dan politik.
  • Dramawan: Selain sebagai penyair, Rendra juga merupakan dramawan terkenal yang mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967. Teater ini menjadi pusat latihan dan pertunjukan teater yang sangat berpengaruh.
  • Aktor: Rendra juga berperan dalam beberapa film dan pementasan teater.

Karya-Karya

Puisi

  • Ballada Orang-Orang Tercinta (1957)
  • Blues untuk Bonnie (1971)
  • Sajak-sajak Sepatu Tua (1972)
  • Potret Pembangunan dalam Puisi (1980)
  • Perjalanan Bu Aminah (1997)

Drama

  • Kisah Perjuangan Suku Naga (1975)
  • Panembahan Reso (1986)
  • Sekda (1977)
  • Mastodon dan Burung Kondor (1972)

Penghargaan

  • Anugerah Seni dari Pemerintah RI (1975)
  • Hadiah Seni dari Akademi Jakarta (1976)
  • SEA Write Award dari Thailand (1996)

Gaya dan Pengaruh

  • Gaya Penulisan: Karya-karya Rendra seringkali bercorak realisme dan ekspresionisme, dengan penekanan pada kritik sosial dan politik. Puisinya kerap kali penuh dengan metafora dan simbolisme.
  • Pengaruh: Rendra banyak dipengaruhi oleh tradisi kesenian Jawa, serta karya-karya sastra Barat. Ia juga dipengaruhi oleh situasi politik dan sosial Indonesia pada zamannya.

Kehidupan Pribadi

  • Pernikahan dan Keluarga: Rendra menikah beberapa kali dan memiliki banyak anak. Istrinya yang dikenal adalah Sitoresmi Prabuningrat dan Ken Zuraida, yang juga merupakan anggota Bengkel Teater.
  • Pengabdian Sosial: Rendra sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan politik, termasuk advokasi untuk hak-hak manusia dan keadilan sosial.

Warisan

W.S. Rendra dikenang sebagai "Burung Merak" dalam dunia sastra Indonesia karena keindahan dan kekuatan karyanya. Ia meninggalkan warisan yang besar dalam bentuk puisi, drama, dan dedikasinya terhadap seni dan kemanusiaan.

Kesimpulan

W.S. Rendra adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sastra dan teater Indonesia. Melalui karya-karyanya, ia tidak hanya mencerminkan keindahan bahasa tetapi juga menyuarakan kritik sosial dan politik yang tajam. Hingga kini, karyanya masih dibaca dan dipentaskan, menunjukkan relevansi dan kekuatannya yang abadi.

Share:

PANDUAN PENGEMBANGAN P5


PANDUAN PENGEMBANGAN

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah salah satu komponen dalam Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk mengembangkan karakter dan kompetensi siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai maksud dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila:

Tujuan

  1. Membangun Karakter yang Kuat: Projek ini bertujuan untuk mengembangkan karakter siswa yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, keadilan sosial, persatuan, dan lainnya.
  2. Pengembangan Kompetensi Global: Selain karakter, projek ini juga bertujuan untuk membekali siswa dengan kompetensi global yang relevan dengan tantangan zaman, seperti berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

Prinsip

  1. Kontekstual dan Relevan: Projek disusun agar relevan dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.
  2. Inklusif dan Berkeadilan: Mengakomodasi keberagaman siswa, memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa untuk berpartisipasi aktif.
  3. Berbasis Pengalaman: Mengutamakan pembelajaran melalui pengalaman langsung, proyek nyata, dan aktivitas yang melibatkan siswa secara aktif.

Komponen Utama

  1. Proyek Inovatif: Siswa terlibat dalam proyek-proyek yang menantang dan inovatif yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran.
  2. Pembelajaran Berbasis Masalah: Siswa dihadapkan pada masalah nyata yang perlu dipecahkan, mendorong mereka untuk berpikir kritis dan kreatif.
  3. Kolaborasi dan Gotong Royong: Mendorong kerja sama dan gotong royong antar siswa, guru, dan masyarakat dalam menyelesaikan proyek.

Implementasi

  1. Integrasi dengan Kurikulum: Projek ini diintegrasikan dengan kurikulum sekolah dan dirancang untuk memperkuat pembelajaran yang sudah ada.
  2. Kerjasama dengan Komunitas: Melibatkan komunitas lokal, orang tua, dan pihak terkait lainnya untuk mendukung pelaksanaan proyek.
  3. Refleksi dan Evaluasi: Melakukan refleksi dan evaluasi secara berkala untuk memastikan tujuan projek tercapai dan memberikan umpan balik untuk perbaikan.

Contoh Projek

  1. Projek Lingkungan Hidup: Siswa melakukan proyek terkait pelestarian lingkungan, seperti pengelolaan sampah atau penghijauan.
  2. Projek Kewirausahaan Sosial: Siswa merancang dan menjalankan usaha kecil yang bertujuan untuk memberikan manfaat sosial kepada komunitas.
  3. Projek Kebudayaan dan Kesenian: Siswa menggali dan mempromosikan kebudayaan lokal melalui kegiatan seni dan budaya.

Kesimpulan

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah inisiatif yang dirancang untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kompetensi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Melalui projek ini, diharapkan siswa dapat berkembang menjadi individu yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.


Berikut File Panduan yang bisa di Download Untuk Penunjang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila disini

Share:

PANDUAN KURIKULUM MERDEKA



PANDUAN KURIKULUM MERDEKA 
TAHUN 2024

Persiapan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka memerlukan sejumlah langkah strategis yang mencakup berbagai aspek dari pelatihan guru hingga penyediaan sumber daya.

Berkaitan dengan implementasi Kurikulum Merdeka Tahun 2024 ada beberapa peraturan dan Regulasi yang baru untuk di bisa dipelajari, Berikut beberapa Panduan Penunjang Pengembangan Implemetasi Kurikulum Merdeka dan Regulasi serta Peraturan peraturan terkait :

1. PANDUAN PENGEMBANGAN Kurikulum Satuan Pendidikan  =>  disini

2. PANDUAN PENGEMBANGAN Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila => disini

3. PANDUAN PPA (Pembelajaran Penilaian dan Asesmen) Tahun 2024 =>  disini

4. KEPUTUSAN KEPALA BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI NOMOR 031/H/KR/2024 TENTANG KOMPETENSI DAN TEMA PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA => disini

5. KEPUTUSAN KEPALA BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI NOMOR 032/H/KR/2024 TENTANG CAPAIAN PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH PADA KURIKULUM MERDEKA => disini  

6. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2024 TENTANG STANDAR ISI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH => disini

Terimakasih








Share:

 


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 
Sahabat Turmuzi semua, 
Berikut Petunjuk Teknis Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Pada Kementerian Agama Tahun Anggaran 2024.


PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN 
PADA KEMENTERIAN AGAMA TAHUN ANGGARAN 2024 


A. Latar Belakang

        Sejak tahun 2018, Kementerian Agama telah menyelenggarakan program sertifikasi guru dalam bentuk Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab). PPG ini merupakan hasil perbaikan dari model yang digunakan pada beberapa tahun sebelumnya, yakni Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Dengan model PPG ini, maka guru lebih memadai memperoleh program pendidikan yang terstruktur dari Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terstandar.
         
    Program PPG ini selain menjalankan amanah regulasi, juga merupakan bentuk komitmen konkret Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan pendidikan nasional yang bermutu, sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 20/2003), khususnya pada Pasal 5 ayat (1).
        
     Pelaksanaan program PPG sendiri merupakan salah satu wujud implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UU No. 14/2005). Seiring berjalannya waktu, Kementerian Agama telah melakukan perbaikan penyelenggaraan PPG dari tahun ke tahun. Pungkasnya pada tahun 2020, seiring dengan perkembangan lingkungan strategis yang dipengaruhi oleh Covid-19 dan Revolusi Industri 4.0, penyelenggaraan PPG Daljab sepenuhnya dilaksanakan secara daring. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan technological pedagogical content knowledge (TPACK) mahasiswa PPG. Dengan demikian, sejak tahun 2020, penyelenggaraan PPG Daljab sudah selaras dengan ekosistem pendidikan saat ini yang menuntut memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai elemen penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran.
       
      Selain itu, sejalan dengan menghadirkan layanan pendidikan yang demokratis dan berkeadilan, serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa, Kementerian Agama telah mendesain program PPG Daljab menjadi sebuah program yang inklusif. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah guru yang difabel mengikuti program PPG Daljab sampai lulus. Bahkan, tidak hanya itu, guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Madrasah Luar Biasa (MLB) juga dapat mengakses program PPG Daljab sebagaimana guru pada umumnya. Kebijakan ini kemudian mendorong lahirnya jaminan bahwa peserta didik yang berkebutuhan khusus atau difabel juga akan memperoleh layanan pendidikan keagamaan dari guru-guru profesional yang telah disiapkan oleh Kementerian Agama.
         
    Pada tahun 2023, Kementerian Agama menyelenggarakan PPG Daljab sebanyak 2 (dua) angkatan (batch) dengan total peserta sebanyak 27.779 guru. Pada Batch-1 ada sebanyak 84% yang dinyatakan lulus, dan pada Batch-2 sebanyak 91%. Hal ini menandakan bahwa proses penyelenggaraan PPG Daljab di lingkungan Kementerian Agama sudah sangat memadai. Sehingga tingkat kelulusan di tahun 2023 sangat tinggi.
       
      Dengan kompetensi yang semakin mumpuni, para guru lulusan PPG Daljab diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, terutama dalam bidang keagamaan. Selain itu, program PPG Daljab juga telah berkontribusi dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing.

B. Tujuan

        Tujuan Petunjuk teknis Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Dalam Kabatan pada Kementerian Agama Tahun 2024 ini adalah untuk memberikan pedoman kepada semua pihak yang terkait dalam program PPG ini. 

 File surat bisa di download  disini



Share:

Selasa, 30 Juli 2024

KISAH ABU NAWAS

ABU NAWAS DAN AIR SUSU PEMALU

Suatu hari Raja Harun Al-Rasyid sedang berjalan-jalan ke pasar. Ia kemudian memergoki Abu Nawas sedang memegang botol berisi anggur. Raja pun menegur dan berkata, “Wahai Abu Nawas, apa yang sedang kau pegang itu?”

Abu Nawas gugup, ia pun menjawab, “Ini susu, Baginda.”

“Bagaimana mungkin air susu berwarna merah? Susu itu berwarna putih bersih.” Ucap raja terheran-heran atas jawaban Abu Nawas, sembari mengambil botol yang dipegang oleh Abu Nawas.

“Betul, Baginda. Semula air susu ini berwarna putih bersih. Ketika melihat baginda yang gagah dan rupawan, ia tersipu malu dan merah merona.”

Mendengar jawaban Abu Nawas, raja pun tertawa dan meninggalkan Abu Nawas sambil menggelengkan kepalanya

Share:

KISAH ABU NAWAS

 

ABU NAWAS, ISTANA RAJA HANCUR KARENA LALAT

Pada suatu hari Abu Nawas terlihat murung. ia hanya tertunduk lesu mendengarkan penuturan istrinya yang mengatakan kalau beberapa pekerja kerajaan atas titah Raja Harun membongkar rumahnya. Raja berdalih bahwa itu dilakukan karena bermimpi kalau di bawah rumahnya terpendam emas dan permata yang tak ternilai harganya.

Namun. setelah mereka terus menerus menggali, ternyata emas dan permata tidak Juga ditemukan. Parahnya, sang Raja juga tidak mau meminta maaf dan mengganti rugi sedikitpun kepada Abu Nawas. Karena Itulah Abu Nawas sakit hati dan memendam rasa dendam kepada perusak rumahnya. Lama Abu Nawas memeras otak, namun belum Juga ia menemukan muslihat untuk membalas perbuatan baginda.

Makanan yang dihidangkan istrinya pun tidak dimakan karena nafsu makannya telah lenyap. Keesokan harinya Abu Nawas melihat banyak Ialat-Ialat mulai menyerbu makanannya yang sudah mulai basi. Begitu melihat lalat-Ialat itu berterbangan. Abu Nawas tiba-tiba saja tertawa riang seolah mendapatkan ide. “Tolong amblikan kain penutup untuk makananku dan sebatang besi,” kataAbu Nawas kepada istrinya.

Dengan wajah berseri-seri, Abu Nawas berangkat menuju istana. Setiba di istana, Abu Nawas membungkuk memberi hormat kepada Raja Harun. Raja Harun terkejut atas kedatangan Abu Nawas Di hadapan para menterinya, Raja Harun mempersilahkan Abu Nawas untuk menghadap.

“Ampun Tuanku, hamba menghadap Tuanku Baginda hanya untuk mengadukan periakuan tamu-tamu yang tidak diundang. Mereka memasuki rumah hamba tanpa izin dan berani memakan makanan hamba,” laporAbu Nawas. “Siapakah tamu-tamu tidak diundang itu wahai Abu Nawas?” ujar Baginda dengan bijaksana.

Lalat-Ialat ini Tuanku,” kata Abu Nawas sambil membuka penutup piringnya. “Kepada siapa lagi kalau bukan kepada Paduka junjungan hamba, hamba mengadukan perlakuan yang tidak adil Ini” ujar Abu Nawas sekali lagi Lalu, keadilan yang bagaimana yang engkau inginkan dan’ku?” tanya Raja Harun penasaran.

Hamba hanya menginginkan izin tertulis dari Baginda sendiri agar hamba bisa dengan ieluasa menghukum lalat-lalat yang nakal itu,” kataAbu Nawas memulai muslihatnya.

Akhirnya Raja Harun dengan terpaksa membuat surat izin yang isinya memperkenankan Abu Nawas memukul Ialat-lalat itu dimanapun mereka hinggap. Setelah mendapat izin tertulis itu Abu Nawas mulai mengusir laiat-lalat di piringnya hingga mereka terbang dan hinggap di sana sini. Dmgan menggunakan tongkat besi yang dibawa dari rumah, Abu Nawas mengejar dan memukurl lalatlaiat itu. Ketika hinggap di kaca, Abu Nawas dengan tenang dan leluasa memukul kaca itu hingga pecah.

Kemudian vas bunga nan indah milik sang Raja juga ikut terkena pukul dan pecah. Akhirnya hanya dalam beberapa menit saja seluruh perabot istana hancur berkeping-keping. Raja Harun tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menyadari kekeliruannya yang telah dilakukan terhadap Abu Nawas dan keluarganya.

Setelah merasa puas, Abu Nawas mohon diri. Barang-barang kesayangan Raja Harun banyak yang hancur. Bukan cuma itu saja raja juga menanggung rasa malu. Kini dia sadar betapa kelirunya; telah berbuat semena-mena kepada Abu Nawas.

 

Share:

KISAH ABU NAWAS

ABU NAWAS MEMBANGUN ISTANA DI AWAN

Abu Nawas belum kembali. Kata istrinya ia bersama seorang Pendeta dan seorang Ahli Yoga sedang melakukan pengembaraan suci. Padahal saat ini Baginda amat membutuhkan bantuan Abu Nawas. Beberapa hari terakhir ini Baginda merencanakan membangun istana di awangawang Karena sebagian dari raja-raja negeri sahabat telah rnembangun bangunanbangunan yang luar biasa Baginda tidak ingin menungguAbu Nawas iebih lama lagi. Beliau mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk mencari Abu Nawas. Mereka tidak berhasil menemukan Abu Nawas kerena Abu Nawas ternyata sudah berada di rumah ketika mereka baru berangkat Abu Nawas menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid Baginda amat riang. Saking gembiranya beliau mengajak Abu Nawas bergurau. Setelah saling tukar-menukar cerita-cerita lucu, lalu Baginda mulai mengutarakan rencananya.

“Aku sangat ingin membangun istana di awang-awang agar aku iebIh terkenal di antara rajaraja yang lain Adakah kemungkinan keinginanku itu terwujud, wahaiAbu Nawas?” tanya Baginda Raja.

“Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan di dunia ini Paduka yang mulia,” kata Abu Nawas berusaha mengikuti arah pembicaraan Baginda.

“Kalau menurut pendapatmu hal itu tidak mustahil diwujudkan maka aku serahkan sepenuhnya tugas ini kepadamu,” kata Baginda puas.

Abu Nawas terperanjat. la menyesal telah mengatakan kemungkinan mewujudkan istana di awang-awang. Tetapi nasi telah menjadi bubur. Kata-kata yang telah terlanjur didengar oleh Baginda tidak mungkin ditarik kembali.

Baginda memberi waktu Abu Nawas beberapa minggu. Rasanya tak ada yang lebih berat bagi Abu Nawas kecuali tugas yang diembannya sekarang. Jangankan membangun istana di langit, membangun sebuah gubuk kecil pun sudah merupakan hal yang mustahil dikerjakan.

“’Hanya Tuhan saja yang mampu melakukannya,” gumam Abu Nawas.

Hari-hari berlalu seperti biasa Tak ada yang dikerjakan Abu Nawas kecuali memikirkan bagaimana membuat Baginda merasa yakin kalau yang dibangun itu benar-benar istana di langit. Seluruh ingatannya dikerahkan dan dihubung-hubungkan.

Abu Nawas bahkan berusaha menjangkau masa kanak-kanaknya. Sampai ia ingat bahwa dulu ia pernah bermain layang-iayang. Dan inilah yang membuat Abu Nawas girang. Abu Nawas tidak menyianyiakan waktu lagi ia bersama beberapa kawannya merancang layang-Iayang raksasa berbentuk persegi empat. Setelah rampung baru Abu Nawas melukis pintu-pintu serta jendela-jendela dan ornamen-omamen lainnya. Ketika semuanya seiesaiAbu Nawas dan kawan-kawannya menerbangkan layang-layang raksasa itu dari suatu tempat yang dirahasiakan. Begitu layang-layang raksasa berbentuk istana itu mengapung di angkasa, penduduk negeri gempar Baginda Raja girang bukan kepalang. Benarkah Abu Nawas berhasil membangun istana di langit?.Dengan tidak sabar beliau di dampingi beberapa orang pengawal bergegas menemui Abu Nawas Abu Nawas berkata dengan bangga

paduka yang mulia, istana pesanan Paduka telah rampung,” kata Abu nawas merendah.

Engkau benar-benar hebat wahaiAbu Nawas.” kata Baginda memuji Abu Nawas.

Terima kasih Baginda yang mulia,” kata Abu Nawas. “Lalu bagaimana caranya aku ke sana?” tanya Baginda. ‘Dengan tambang Paduka yang mulia,” kata Abu Nawas dengan tenang Kalau begitu siapkan tambang itu sekarang. Aku ingin segera meihat istanaku dari dekat,“ kata Baginda tidak sabar. hamba Paduka yang mulia. Hamba kemarin lupa memasang tambang itu Sehingga seorang kawan hamba tertinggal di sana dan tidak bisa turun.” kata Abu Nawas mulai berkelit.

Bagaimana dengan engkau sendiri Abu Nawas? Dengan apa engkau turun ke bumi? tanya Baginda. ‘Dengan menggunakan sayap Paduka yang mulia, ” kata Abu Nawas dengan bangga Kalau begitu buatkan aku sayap supaya aku bisa terbang ke sana ‘kata Baginda.

”Paduka yang mulia sayap itu hanya bisa diciptakan dalam mimpi,’ kata Abu Nawas menjelaskan Engkau beranimengatakan aku gila sepertimu?” tanya Bagin dan sambil melotot “Ya, Baginda. Kurang lebih seperti itu.” jawab Abu Nawas tangkas.

Apa maksudmu?” tanya Baginda lagi.

”Baginda tahu bahwa membangun istana di awang-awang adalah pekerjaan yang mustahil dilaksanakan. Tetapi Baginda tetap menyuruh hamba mengerjakannya. Sedangkan hamba juga tahu bahwa pekerjaan itu mustahil dikerjakan. Tetapi hamba tetap menyanggupi titah Baginda yang tidak masuk akal itu kata Abu Nawas berusaha menjelaskan kepada Baginda Raja.Tanpa menoleh Baginda Raja kembali ke istana diiringi para pengawalnya. Abu Nawas berdiri sendirian sambi memandang ke atas melihat istana terapung di awang-awang. “Sebenarnya siapa diantara kita yang gila?” tanya Baginda mulai jengkel. “Hamba kira kita berdua sama-sama tidak waras, Tuanku jawab Abu Nawas tanpa ragu.


Share:

KISAH ABU NAWAS

ABU NAWAS PERGOKI MALING

Alkisah, pada suatu hari, maling masuk ke rumah Abu Nawas. Alih-alih mengusir atau mencegah pencurian, Abu Nawas justru bersembunyi di kolong tempat tidur.

Alhasil, si maling leluasa mengaduk-aduk rumah Abu Nawas dengan leluasa. Melihat itu, istri Abu Nawas marah.

Saking marahnya, sang istri bahkan sampai menyindir Abu Nawas. "Sampean ini laki-laki kok takut sama pencuri?" kata sang istri.

Bukannya tersinggung, Abu Nawas justru menjawab, dia merasa sungkan dengan si maling. Sebab, di rumahnya tidak ada barang yang berharga yang bisa dicuri.

"Aku tidak enak kalau dia tahu saya, soalnya di rumah ini tidak ada apa-apa yang bisa dicuri," kata Abu Nawas.

 


Share:

KISAH ABU NAWAS

Abu Nawas, Obat Sulit Tidur untuk Raja Harun Al-Rasyid

Suatu malam, Raja Harun Al- Rasyid kesulitan untuk tidur. Malam sudah semakin larut dan raja belum juga merasakan kantuk. Raja kemudian memanggil salah satu pengawal istana. Raja berkata “Umumkan kepada seluruh rakyat, barang siapa yang bisa membuat raja tertidur, akan diberikan 10 koin emas!”

Pengawal istana kemudian bergegas memberikan isyarat kepada bawahannya agar bergerak cepat untuk mengumumkan titah raja kepada rakyat.

Setelah itu, datanglah dua orang yang kebetulan pada malam itu ia juga kesulitan untuk tidur, mendengar penjelasan dari pengawal istana, mereka berminat untuk mengikuti sayembara.

Kedua peserta tersebut gagal membuat raja bisa tertidur. Cerita yang dibawakan dua peserta pertama justru malah membuat raja semakin sulit untuk tertidur. Hingga sampailah Abu Nawas yang menawarkan diri untuk mengikuti sayembara.

Setelah dipersilakan, Abu Nawas mulai bercerita, “Baginda, dahulu ada seekor raja semut yang kurang kerjaan. Ia masuk ke kuping sebelah kanan seorang yang sedang tidur, keluar lagi, masuk lagi, keluar lagi. Kemudian masuk ke kuping kiri, keluar lagi, masuk lagi, keluar lagi.”

Raja kesal mendengar kisah yang dituturkan oleh Abu Nawas. Menurut raja cerita Abu Nawas tidak menarik dan membuat raja merasa bosan sehingga ia pun menguap dan memiringkan tubuhnya membelakangi Abu Nawas. Perlahan, raja pun menutup matanya dan mulai tertidur.

Pagi harinya, Abu Nawas masuk lagi ke istana dengan mengendarai kereta. 10 karung diangkat ke dalam kereta satu per satu. Penjaga pintu istana geleng-geleng kepala ketika kereta itu keluar pintu gerbang. Abu Nawas tertidur pulas di atas tumpukan karung emas dengan suara mendengkur yang keras.


Share:

KISAH ABU NAWAS

ABU NAWAS DAN IBU YANG SEBENARNYA

Pada suatu hari, hakim pengadilan dibuat bingung oleh dua orang ibu yang merebutkan seorang bayi. Karena sama-sama mempunyai bukti yang kuat, hakim tidak tahu bagaimana caranya untuk menentukan siapa ibu kandung dari bayi itu.

Akhirnya, dia pergi menghadap Raja Harun Al Rasyid untuk meminta bantuan supaya kasus tersebut tidak berlarut-larut.

Raja kemudian turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, dia malah dibuat putus asa karenanya. Kedua wanita itu sama-sama keras kepala dan tetap menginginkan bayi itu.

Kemudian, Raja memanggil Abu Nawas ke istana. Setelah mengetahui duduk permasalahannya, dia mencari cara agar nasib bayi itu tidak terlunta-lunta dan bisa bersama lagi dengan ibu kandungnya.

Keesokan harinya, Abu Nawas pergi ke pengadilan dengan membawa serta seorang algojo. Abu menyuruh meletakkan bayi yang diperebutkan itu di atas sebuah meja.

"Apa yang akan kalau lakukan pada bayi itu?" tanya kedua ibu yang saling berebut itu bersamaan.

"Sebelum menjawab pertanyaan kalian, saya akan bertanya sekali lagi. Adakah di antara kalian berdua yang bersedia menyerahkan bayi itu kepada ibunya yang asli?" kata Abu Nawas.

"Tapi, bayi ini adalah anakku," jawab kedua ibu itu serentak.

"Baiklah kalau begitu. Karena kalian berdua sama-sama menginginkan bayi ini, dengan terpaksa saya akan membelah bayi ini menjadi dua," jawab Abu Nawas.

Mendengar jawaban tersebut, perempuan pertama sangat bahagia dan langsung menyetujui usulan tersebut. Sementara itu, perempuan yang kedua menangis histeris dan memohon agar Abu Nawas tidak melakukan hal tersebut.

"Tolong jangan belah bayi itu, serahkan saja dia pada wanita itu. Aku rela asalkan dia tetap hidup," isaknya.

Puaslah Abu Nawas ketika mendengar jawaban itu. Akhirnya, dia tahu siapa ibu dari bayi itu yang sebenarnya. Lalu, dia menyerahkan sang bayi pada perempuan kedua yang merupakan ibu kandungnya.

Setelah itu, Abu meminta agar pengadilan menghukum wanita yang pertama sesuai dengan kejahatannya.

Hal ini dikarenakan tidak ada seorang ibu yang tega melihat anaknya dibunuh, apalagi di hadapannya sendiri. Akhirnya, masalah pun selesai dan si bayi akhirnya dapat bersatu kembali dengan ibu kandungnya.


Share:

KISAH ABU NAWAS

Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu

Suatu hari Raja Harun Al-Rasyid memanggil Abu Nawas untuk menghadap ke istana. Raja ingin menguji Abu Nawas.

Ketika Abu Nawas sampai di hadapan raja, Raja Harun bertitah “Hai, Abu Nawas. Aku menginginkan enam ekor lembu berjenggot yang pandai berbicara. Bisakah engkau mendatangkan mereka dalam waktu satu minggu? Kalau gagal, aku akan penggal lehermu!”

“Baiklah Tuanku Syah Alam, hamba junjung tinggi titah tuan”, jawab Abu Nawas.Semua orang dalam istana yang hadir pada saat itu berkata dalam hati “Mampuslah kau, Abu Nawas”.

Abu Nawas kemudian memohon diri untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia duduk berdiam dan merenungkan keinginan raja. Abu Nawas cukup lama berada di dalam rumah dan tidak kunjung keluar.

Seminggu setelahnya, ia beru keluar. Hari itu adalah batas akhir dari tugas yang diberikan oleh raja. Abu Nawas kemudian menuju kerumunan orang. Ia kemudian berkata “Hai orang-orang muda, hari ini hari apa?”

Orang-orang menjawab benar akan dia lepaskan, tetapi orang yang menjawab salah akan dia tahan. Rupanya, tidak ada satu orang pun yang menjawab dengan benar. Abu Nawas pun marah kepada mereka.

“Begitu saja, kok, tidak bisa menjawab. Kalau begitu, mari kita menghadap raja untuk mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya.” ujar Abu Nawas.

Keesokan harinya, istana dipenuhi oleh warga yang ingin menonton kesanggupan Abu Nawas membawa enam ekor lembu berjenggot. Sampai di depan raja, ia pun menghaturkan sembah dan duduk dengan khidmat.

Raja berkata “Hai Abu Nawas, mana lembu berjenggot yang pandai bicara itu?”Abu Nawas kemudian menunjuk enam orang yang dibawanya, sambil berkata “Inilah mereka, tuanku Syah Alam.”

“Hai Abu Nawas, apa yang engkau tunjukkan kepadaku itu?”

“Ya, Tuanku Syah Alam. Tanyalah pada mereka hari apa sekarang.”

Raja kemudian bertanya, dan keenam orang tersebut memiliki jawaban yang berbeda-beda.

Maka Abu Nawas kembali berujar “Jika mereka manusia, tentunya tahu hari ini hari apa. Apalagi jika tuanku menanyakan hari yang lain, akan tambah pusing mereka. Manusia atau hewan kah mereka ini? Inilah lembu berjenggot yang pandai bicara itu, Tuanku.”

Raja heran melihat Abu Nawas yang pandai melepaskan diri dari ancaman hukuman. Kemudian raja memberikan hadiah 5000 dinar kepada Abu Nawas.


Share: