Media Informasi dan Komunikasi, Sarana Belajar dan Hiburan

.

.

.

.

.

Selasa, 25 Juni 2024

PIDATO SELAMAT TINGGAL

 



Contoh pidato selamat Tinggal di bawah ini sifatnya kondisional, bisa di edit sesuai dengan agenda yang diadakan.

PIDATO SELAMAT TINGGAL



Assalamu’alaikum War. Wab.

 

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. عم بعد

 

“ Yang sama-sama kita muliakan dan hormati Al Mukarram Bapak Tuan Guru Hajji …

“ Yang saya hormati Bapak Kepala Desa Karang Baru ………………

“ Yang Saya hormati Bapak Kepala Madratsah Aliah, Madratsah Tsanawiah dan        Madratsah Ibtidaiyah di wilayah Karang Baru yang sempat hadir………….

“ Yang saya hormati Bapak dan  Ibu guru………………

“ Yang saya hormati Para Atsatis, Pengurus Organisasi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama “ Teman - teman yang berbahagia…..

“ Singkatnya hadirin undangan Rahimakumullah.

          ( Pembuka dapat disesuaikan dengan sikon undangan yang hadir )

 

          Hadirin Undangan yang dirahmati Alloh swt. 

          Pertama dan yang paling utama marilah kita memanjatkan rasa syukur kita kehadirat Alloh SWT, yang telah menganugerahkan nikmat-Nya terutama nikmat iman dan Islam, karena tiada nikmat yang paling besar dari Allah SWT., kecuali nikmat tersebut. Begitu juga mari kita bersyukur atas nikmat  kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat menghadiri acara yang sangat dinanti-nanti oleh saudara-saudara saya yang tamat pada tahun ini di tempat yang Mubarak ini , Alhamdulillah.

          Shalawat teriring salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan alam nabi besar Muhammad SAW, nabi rahmatal lilalamin dan nabi penutup ( la nabi ya ba’da rasulillah SAW ) yang telah berjuang membela agama yang khaq yakni addinul islam, agama yang lurus dengan kata lain minazzulumati ilannur.

          Undangan yang dirahmati Allah dan teman - teman yang berbahagia.

          Sebagai pembuka dari apa yang saya sampaikan kali ini, saya teringat dengan sabda Rasulullah saw. yang artinya :” Bahwa ada tujuh golongan yang akan memperoleh perlindungan di saat-saat tidak ada perlindungan di Padang Mahsyar nanti kecuali perlindungan Allah”. Dua diantara yang perlu menjadi inspirasi kita bersama, terutama bagi generasi penerus bangsa yaitu: pertama ”Pemuda atau pun pemudi yang tekun beribadah kepada Allah”. Yakni pemuda atau pemudi yang giat belajar memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempersiapkan diri dihari yang akan datang, juga tidak lupa beribadah kepada Allah SWT.

Kedua : ”Dua orang yang berkasih sayang karena Allah, berkumpul dan berpisah karena Allah”. Yakni dua orang atau lebih yang selalu saling membantu dalam kebaikan dan kebenaran, saling menasihati, saling mengingatkan, berlomba dalam melakukan kebaikan. Inilah diataranya orang yang mendapatkan pelindungan di padang Mahsyar nanti di samping lima diantara yang tidak saya sebutkan.

          Semua ini tentu akan terlaksana manakala kita benar-benar sudah mengenyam pendidikan terutama pendidikan agama. Karena pendidikan merupakan wadah untuk menimba ilmu pengetahuan. Pendidikan merupakan persiapan bagi generasi muda dalam kecakapan, tugas dan kewajiban hidup. Melalui pendidikan juga dapat membentuk sifat baik, rasa tanggung jawab dan suatu bangsa dapat menyalurkan warisan kultural dan intelektualnya. Karena itulah saudara-saudaraku yang tamat tahun ini, jangan bangga dengan ilmu yang kita peroleh sampai saat ini. Berjuanglah terus untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Begitu juga dengan adik-adikku, ingatlah bahwa kita adalah generasi penerus bangsa. Kalau bukan kita yang membangun bangsa ini, siapa lagi yang bisa kita harapkan.

          Teman-temanku yang berbahagia.....

          Hari demi hari, Bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun telah kita lalui bersama adik-adik serta kakak-kakak yang tamat pada tahun ini, sehingga tibalah hari yang berbahagia untuk kita bersama mengenang masa-masa indah, senang dan susah dalam menimba ilmu di Pondok Pesantren yang tercinta ini atas bimbingan dan arahan dari Bapak dan Ibu Guru.

          Tak ada kata yang pantas kami persembahkan kepada Bapak dan Ibu Guru hanyalah do’a dan ucapan terima kasih serta penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan kepada kami,  karena betapa besar jasa-jasamu wahai guruku, takkan kulupakan sepanjang hidupku. Engkau menyayangi kami, menuangkan ilmu yang berguna bagi kami, keluarga kami, nusa dan bangsa serta agama. Tidak bosan - bosannya engkau membimbing kami dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi  bisa. Motivasi dan dorongan yang engkau berikan menjadi cambuk bagi kami untuk maju dan terus maju. Sekali lagi kami tidak bisa  membayar pengabdianmu itu dengan uang emas sekalipun untuk membalas jasa-jasamu yang tak terhitung nilainya itu .

          Pesan dan nasihat dari Bapak dan Ibu Guru akan menjadi tuntunan kami dalam meniti impian yang kami dambakan. Doa dan barakah ilmu dengan ketulusan hati kami mohonkan mengiringi langkah kami menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, semoga kami semua dapat meraih cita-cita yang kami impikan selama ini.  Di hari yang berbahagia ini kita semua tentu akan mengingat masa lalu yang penuh liku-liku, kadang pahit, kadang juga manis. Semua itu akan sirna dan berakhir karena kini detik-detik perpisahan telah dihadapan kita. Semua kenangan, kebersamaan, dan keluh kesah kita bersama akan terkubur. Kami semua akan meninggalkan  Bapak dan Ibu Guru serta adik-adik, untuk mengarungi bahtera yang lebih kuat dalam menggapai impian dan cita-cita yang mulia. Kami berharap perpisahan ini tidak untuk selama-lamaya. Insyallah suatu saat nanti kita bersua kembali dalam suasana yang lebih menyenangkan.

Untuk adik-adikku semuanya, perjalanan kita masih panjang. Janganlah perpisahan ini menyebabkan adik-adik merasa kesepian. Ingatlah sebuah pepatah, ”Hilang satu tumbuh seribu”. Perpisahan adalah sesuatu hal yang biasa terjadi. Karena tidak bisa dipungkiri setiap ada pertemuan pasti akhir-akhirnya berujung dengan perpisahan. Kami hanya bisa berpesan kepada adik-adik, taatilah semua perintah Bapak dan Ibu Guru, karena dengan taat insyaallah kita akan memdapatkan keberkahan ilmu. Rajinlah belajar untuk menggapai cita-cita yang diimpikan dan jangan suka menggerutu dan malas apalagi meremehkan Bapak dan Ibu Guru .

          Untuk bapak dan Ibu kami, tiada kata yang pantas kami ucapkan selain mohon maaf dan terima kasih yang sedalam-dalam atas ketulusan hati, pengorbanan dan kasih sayang yang telah diberikan kepada kami, sehingga kami menjadi orang yang insyaallah berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Kami tidak bisa seperti ini tanpa dorongan dan pengorbanan dari Bapak dan ibu, semoga ini semua akan dibalas oleh Allah swt. amin.

          Hadirin Undangan rahimakumullah dan teman-teman yang berbahagia...          

          Pada hari yang penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan ini, tentu tidak pernah terlepas dari ingatan kita, bahwa kita adalah mahluk yang serba kekurangan, yang tidak luput dari kehilapan dan kealpaan, sebagaimana hadits Raulullah saw. ”Al insan ma’al khatha’ wan nisyan”. Mewakili teman-teman yang tamat pada tahun ini, kami semua mohon maaf atas segala kehilapan yang pernah kami perbuat selama kita bersama di Pondok Pesantren ini, khususnya kepada Bapak dan Ibu Guru serta adik-adik, dan juga Pengurus Pondok Pesantren, orang tua kami, semoga kita mendapat ampunan dan petunjuk dari Allah SWT.

          Akhirnya selamat tinggal kami ucapkan kepada Bapak dan Ibu Guru serta adik-adikku semuanya, semoga kita bersua kembali pada waktu dan acara yang berbeda.

          Walau banyak durian Belanda

          Hanya durian Indonesia yang ku suka

          Biar banyak pondon pesantren yang dibuka

          Hanya Darul Iman paling kusuka

 

Wallahu muaffiku Walhaadi ila syabilir rasyad

Wassalamualaikum warahmatullahi wabaratuh

Share: