Contoh pidato selamat Tinggal di bawah ini sifatnya kondisional, bisa di edit sesuai dengan agenda yang diadakan.
PIDATO SELAMAT TINGGAL
Assalamu’alaikum War. Wab.
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ
اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ
أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ
صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى
الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ. عم
بعد
“ Yang
sama-sama kita muliakan dan hormati Al Mukarram Bapak Tuan Guru Hajji …
“ Yang saya hormati Bapak
Kepala Desa Karang Baru ………………
“
Yang Saya hormati Bapak Kepala Madratsah Aliah, Madratsah Tsanawiah dan Madratsah Ibtidaiyah di wilayah Karang
Baru yang sempat hadir………….
“ Yang
saya hormati Bapak dan Ibu guru………………
“ Yang
saya hormati Para Atsatis, Pengurus Organisasi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama “
Teman - teman yang berbahagia…..
“
Singkatnya hadirin undangan Rahimakumullah.
( Pembuka dapat disesuaikan dengan
sikon undangan yang hadir )
Hadirin Undangan yang dirahmati Alloh swt.
Pertama dan yang paling utama marilah
kita memanjatkan rasa syukur kita kehadirat Alloh SWT, yang telah
menganugerahkan nikmat-Nya terutama nikmat iman dan Islam, karena tiada nikmat
yang paling besar dari Allah SWT., kecuali nikmat tersebut. Begitu juga mari
kita bersyukur atas nikmat kesehatan dan
kesempatan sehingga kita dapat menghadiri acara yang sangat dinanti-nanti oleh saudara-saudara
saya yang tamat pada tahun ini di tempat yang Mubarak ini , Alhamdulillah.
Shalawat teriring
salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan alam nabi besar Muhammad SAW,
nabi rahmatal lilalamin dan nabi penutup ( la nabi ya ba’da rasulillah SAW )
yang telah berjuang membela agama yang khaq yakni addinul islam, agama yang
lurus dengan kata lain minazzulumati ilannur.
Undangan
yang dirahmati Allah dan teman - teman yang berbahagia.
Sebagai
pembuka dari apa yang saya sampaikan kali ini, saya teringat dengan sabda
Rasulullah saw. yang artinya :” Bahwa ada
tujuh golongan yang akan memperoleh perlindungan di saat-saat tidak ada
perlindungan di Padang Mahsyar nanti kecuali perlindungan Allah”. Dua
diantara yang perlu menjadi inspirasi kita bersama, terutama bagi generasi
penerus bangsa yaitu: pertama ”Pemuda
atau pun pemudi yang tekun beribadah kepada Allah”. Yakni pemuda atau
pemudi yang giat belajar memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
mempersiapkan diri dihari yang akan datang, juga tidak lupa beribadah kepada
Allah SWT.
Kedua : ”Dua orang
yang berkasih sayang karena Allah, berkumpul dan berpisah karena Allah”. Yakni
dua orang atau lebih yang selalu saling membantu dalam kebaikan dan kebenaran,
saling menasihati, saling mengingatkan, berlomba dalam melakukan kebaikan.
Inilah diataranya orang yang mendapatkan pelindungan di padang Mahsyar nanti di
samping lima diantara yang tidak saya sebutkan.
Semua ini
tentu akan terlaksana manakala kita benar-benar sudah mengenyam pendidikan
terutama pendidikan agama. Karena pendidikan merupakan wadah untuk menimba ilmu
pengetahuan. Pendidikan merupakan persiapan bagi generasi muda dalam kecakapan,
tugas dan kewajiban hidup. Melalui pendidikan juga dapat membentuk sifat baik,
rasa tanggung jawab dan suatu bangsa dapat menyalurkan warisan kultural dan
intelektualnya. Karena itulah saudara-saudaraku yang tamat tahun ini, jangan
bangga dengan ilmu yang kita peroleh sampai saat ini. Berjuanglah terus untuk
mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Begitu juga dengan adik-adikku,
ingatlah bahwa kita adalah generasi penerus bangsa. Kalau bukan kita yang
membangun bangsa ini, siapa lagi yang bisa kita harapkan.
Teman-temanku
yang berbahagia.....
Hari demi
hari, Bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun telah kita lalui bersama adik-adik
serta kakak-kakak yang tamat pada tahun ini, sehingga tibalah hari yang
berbahagia untuk kita bersama mengenang masa-masa indah, senang dan susah dalam
menimba ilmu di Pondok Pesantren yang tercinta ini atas bimbingan dan arahan
dari Bapak dan Ibu Guru.
Tak ada
kata yang pantas kami persembahkan kepada Bapak dan Ibu Guru hanyalah do’a dan
ucapan terima kasih serta penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan
kepada kami, karena betapa besar
jasa-jasamu wahai guruku, takkan kulupakan sepanjang hidupku. Engkau menyayangi
kami, menuangkan ilmu yang berguna bagi kami, keluarga kami, nusa dan bangsa
serta agama. Tidak bosan - bosannya engkau membimbing kami dari yang tidak tahu
menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi
bisa. Motivasi dan dorongan yang engkau berikan menjadi cambuk bagi kami
untuk maju dan terus maju. Sekali lagi kami tidak bisa membayar pengabdianmu itu dengan uang emas
sekalipun untuk membalas jasa-jasamu yang tak terhitung nilainya itu .
Pesan dan
nasihat dari Bapak dan Ibu Guru akan menjadi tuntunan kami dalam meniti impian
yang kami dambakan. Doa dan barakah ilmu dengan ketulusan hati kami mohonkan
mengiringi langkah kami menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, semoga
kami semua dapat meraih cita-cita yang kami impikan selama ini. Di hari yang berbahagia ini kita semua tentu
akan mengingat masa lalu yang penuh liku-liku, kadang pahit, kadang juga manis.
Semua itu akan sirna dan berakhir karena kini detik-detik perpisahan telah
dihadapan kita. Semua kenangan, kebersamaan, dan keluh kesah kita bersama akan
terkubur. Kami semua akan meninggalkan Bapak
dan Ibu Guru serta adik-adik, untuk mengarungi bahtera yang lebih kuat dalam menggapai
impian dan cita-cita yang mulia. Kami berharap perpisahan ini tidak untuk
selama-lamaya. Insyallah suatu saat nanti kita bersua kembali dalam suasana
yang lebih menyenangkan.
Untuk adik-adikku semuanya, perjalanan kita masih
panjang. Janganlah perpisahan ini menyebabkan adik-adik merasa kesepian.
Ingatlah sebuah pepatah, ”Hilang satu tumbuh seribu”. Perpisahan adalah sesuatu
hal yang biasa terjadi. Karena tidak bisa dipungkiri setiap ada pertemuan pasti
akhir-akhirnya berujung dengan perpisahan. Kami hanya bisa berpesan kepada
adik-adik, taatilah semua perintah Bapak dan Ibu Guru, karena dengan taat
insyaallah kita akan memdapatkan keberkahan ilmu. Rajinlah belajar untuk
menggapai cita-cita yang diimpikan dan jangan suka menggerutu dan malas apalagi
meremehkan Bapak dan Ibu Guru .
Untuk
bapak dan Ibu kami, tiada kata yang pantas kami ucapkan selain mohon maaf dan
terima kasih yang sedalam-dalam atas ketulusan hati, pengorbanan dan kasih
sayang yang telah diberikan kepada kami, sehingga kami menjadi orang yang
insyaallah berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Kami tidak bisa seperti ini
tanpa dorongan dan pengorbanan dari Bapak dan ibu, semoga ini semua akan
dibalas oleh Allah swt. amin.
Hadirin
Undangan rahimakumullah dan teman-teman yang berbahagia...
Pada hari
yang penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan ini, tentu tidak pernah terlepas
dari ingatan kita, bahwa kita adalah mahluk yang serba kekurangan, yang tidak
luput dari kehilapan dan kealpaan, sebagaimana hadits Raulullah saw. ”Al insan ma’al khatha’ wan nisyan”. Mewakili
teman-teman yang tamat pada tahun ini, kami semua mohon maaf atas segala
kehilapan yang pernah kami perbuat selama kita bersama di Pondok Pesantren ini,
khususnya kepada Bapak dan Ibu Guru serta adik-adik, dan juga Pengurus Pondok
Pesantren, orang tua kami, semoga kita mendapat ampunan dan petunjuk dari Allah
SWT.
Akhirnya
selamat tinggal kami ucapkan kepada Bapak dan Ibu Guru serta adik-adikku
semuanya, semoga kita bersua kembali pada waktu dan acara yang berbeda.
Walau
banyak durian Belanda
Hanya durian
Indonesia yang ku suka
Biar
banyak pondon pesantren yang dibuka
Hanya
Darul Iman paling kusuka
Wallahu
muaffiku Walhaadi ila syabilir rasyad
Wassalamualaikum warahmatullahi wabaratuh











