Media Informasi dan Komunikasi, Sarana Belajar dan Hiburan

Rabu, 24 Juli 2024

Penyair Legendaris Indonesia



TOKOH TOKOH LEGENDA PENYAIR INDONESIA

A. ANGKATAN PUJANGGA LAMA

           Angkatan Pujangga Lama mengacu pada masa sebelum munculnya Angkatan Pujangga Baru (sekitar tahun 1920-an hingga 1930-an) dan meliputi periode yang lebih awal dalam sejarah sastra Indonesia. Pada masa ini, karya-karya sastra banyak dipengaruhi oleh tradisi lisan, cerita rakyat, hikayat, dan syair. Berikut adalah beberapa penyair terkenal dari Angkatan Pujangga Lama beserta karya-karya mereka:
1. Hamzah Fansuri

Hamzah Fansuri adalah salah satu penyair sufi terkemuka dari Aceh yang hidup pada abad ke-16. Ia dikenal dengan puisi-puisi sufi yang sarat dengan makna spiritual dan mistis.

Karya Terkenal:

  • "Syair Perahu"
  • "Syair Dagang"
  • "Syair Burung Pingai"
2. Nuruddin ar-Raniri

Nuruddin ar-Raniri adalah seorang ulama dan penyair yang berasal dari Gujarat, India, dan berkiprah di Aceh pada abad ke-17. Ia menulis banyak karya sastra keagamaan dan filsafat.

Karya Terkenal:

  • "Syair Makrifat"
  • "Bustanus Salatin" (Taman Raja-raja)
3. Abdul Muluk

Abdul Muluk adalah tokoh yang dikaitkan dengan hikayat yang banyak beredar di masyarakat Melayu. Hikayat Abdul Muluk adalah salah satu karya sastra epik yang terkenal.

Karya Terkenal:

  • "Hikayat Abdul Muluk"
4. Hikayat Hang Tuah

Hikayat Hang Tuah adalah karya sastra epik yang berasal dari tradisi Melayu, mengisahkan petualangan dan kepahlawanan Hang Tuah, seorang laksamana dari Melaka.

Karya Terkenal:

  • "Hikayat Hang Tuah"
5. Syair Siti Zubaidah

Syair ini adalah salah satu karya sastra lama yang menceritakan kisah kepahlawanan Siti Zubaidah dalam usaha menyelamatkan suaminya.

Karya Terkenal:

  • "Syair Siti Zubaidah Perang Cina"
6. Syair Ken Tambuhan

Syair ini mengisahkan cerita cinta dan petualangan Ken Tambuhan, seorang putri dalam cerita rakyat Jawa.

Karya Terkenal:

  • "Syair Ken Tambuhan"

7. Syair Bidasari

Syair Bidasari adalah salah satu syair lama yang terkenal, mengisahkan kehidupan seorang putri bernama Bidasari yang mengalami berbagai cobaan dan rintangan.

Karya Terkenal:

  • "Syair Bidasari"
  • "Hikayat Abdullah"

8. Hikayat Abdullah

Hikayat Abdullah adalah karya sastra autobiografi yang ditulis oleh Abdullah bin Abdul Kadir, juga dikenal sebagai Munsyi Abdullah. Ia merupakan tokoh penting dalam sastra Melayu pada abad ke-19.

Karya Terkenal:

"Hikayat Abdullah"

B. ANGKATAN BALAI PUSTAKA

Angkatan Balai Pustaka merujuk pada para penulis dan penyair yang karya-karyanya diterbitkan oleh Balai Pustaka, sebuah lembaga penerbitan yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1917. Lembaga ini berperan penting dalam memajukan sastra Indonesia modern dengan menerbitkan karya-karya sastra dalam bahasa Indonesia dan daerah. Berikut adalah beberapa penyair terkemuka dari Angkatan Balai Pustaka beserta karya-karya mereka:

1. Muhammad Yamin

Muhammad Yamin adalah seorang penyair, sejarawan, dan politisi yang karya-karyanya banyak diterbitkan oleh Balai Pustaka. Ia dikenal sebagai salah satu pelopor puisi modern Indonesia.

Karya Terkenal:

  • "Tanah Air" (1922): Kumpulan puisi yang menggambarkan cinta tanah air dan semangat kebangsaan.
  • "Indonesia, Tumpah Darahku": Kumpulan puisi yang mengekspresikan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

2. Marah Rusli

Marah Rusli adalah seorang novelis dan penyair yang karyanya sering mengangkat tema-tema sosial dan budaya Minangkabau.

Karya Terkenal:

  • "Siti Nurbaya" (1922): Novel yang mengisahkan perjuangan cinta dan kritik terhadap adat istiadat yang menindas.
  • "Memang Jodoh" (1932): Novel yang menggambarkan konflik sosial dan budaya dalam masyarakat Minangkabau.

3. Sanusi Pane

Sanusi Pane adalah seorang penyair, penulis prosa, dan dramawan yang karyanya sering mengangkat tema kebudayaan dan kebangsaan. Ia adalah salah satu tokoh penting dalam Angkatan Pujangga Baru namun juga memiliki keterkaitan erat dengan Balai Pustaka.

Karya Terkenal:

  • "Puspa Mega" (1927): Kumpulan puisi yang mengekspresikan keindahan alam dan cinta tanah air.
  • "Kalah dan Menang" (1929): Drama yang mengisahkan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan.

4. Abdul Muis

Abdul Muis adalah seorang penulis, penerjemah, dan politisi yang karyanya sering mengangkat tema-tema sosial dan kritik terhadap kolonialisme.

Karya Terkenal:

  • "Salah Asuhan" (1928): Novel yang mengisahkan konflik budaya dan sosial antara tradisi dan modernisasi.
  • "Pertemuan Jodoh" (1933): Novel yang menggambarkan pertemuan jodoh dan konflik adat.

5. Nur Sutan Iskandar

Nur Sutan Iskandar adalah seorang novelis dan penyair yang karyanya sering mengangkat tema-tema sosial dan budaya Minangkabau. Ia merupakan salah satu penulis produktif yang karyanya banyak diterbitkan oleh Balai Pustaka.

Karya Terkenal:

  • "Apa Dayaku karena Aku Perempuan" (1923): Novel yang mengisahkan perjuangan seorang perempuan dalam menghadapi tekanan adat.
  • "Cinta Tanah Air" (1926): Novel yang menggambarkan cinta terhadap tanah air dan perjuangan melawan penjajah.

6. Armijn Pane

Armijn Pane adalah seorang penyair dan penulis prosa yang karyanya sering mengangkat tema-tema psikologis dan sosial. Ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam Angkatan Pujangga Baru.

Karya Terkenal:

  • "Belenggu" (1940): Novel yang mengisahkan konflik batin seorang dokter yang terbelenggu oleh cinta dan norma sosial.

 

C. ANGKATAN PUJANGGA BARU

 Angkatan Pujangga Baru adalah sebuah periode dalam sejarah sastra Indonesia yang berlangsung dari tahun 1933 hingga sekitar awal tahun 1940-an. Angkatan ini ditandai dengan semangat kebangsaan, modernisasi, dan inovasi dalam gaya dan tema sastra. Berikut adalah beberapa penyair terkemuka dari Angkatan Pujangga Baru beserta karya-karya mereka:

1. Amir Hamzah

Amir Hamzah dikenal sebagai "Raja Penyair Pujangga Baru". Puisinya banyak dipengaruhi oleh keindahan alam dan kehidupan tradisional Melayu, serta tema cinta dan spiritualitas.

Karya Terkenal:

  • "Nyanyi Sunyi" (1937): Kumpulan puisi yang menggambarkan perasaan kesepian dan pencarian spiritual.
  • "Buah Rindu" (1941): Kumpulan puisi yang berfokus pada tema cinta dan kerinduan.

2. Armijn Pane

Armijn Pane adalah seorang penyair, penulis prosa, dan dramawan. Ia adalah salah satu pendiri majalah Pujangga Baru.

Karya Terkenal:

  • "Belenggu" (1940): Novel yang mengisahkan konflik batin seorang dokter yang terbelenggu oleh cinta dan norma sosial.
  • "Jiwa Berjiwa" (1949): Kumpulan puisi yang mengungkapkan berbagai aspek kehidupan manusia.

3. Sutan Takdir Alisjahbana

Sutan Takdir Alisjahbana adalah tokoh besar dalam gerakan Pujangga Baru dan dikenal sebagai salah satu pelopor modernisme dalam sastra Indonesia.

Karya Terkenal:

  • "Tebaran Mega" (1935): Kumpulan puisi yang menggambarkan perubahan sosial dan modernisasi.
  • "Anak Perawan di Sarang Penyamun" (1940): Novel yang mengisahkan perjuangan seorang wanita dalam menghadapi kejahatan dan ketidakadilan.

4. Sanusi Pane

Sanusi Pane adalah seorang penyair, penulis prosa, dan dramawan. Karya-karyanya seringkali mengangkat tema kebudayaan dan kebangsaan.

Karya Terkenal:

  • "Puspa Mega" (1927): Kumpulan puisi yang mengekspresikan keindahan alam dan cinta tanah air.
  • "Kalah dan Menang" (1929): Drama yang mengisahkan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan.

5. J.E. Tatengkeng

J.E. Tatengkeng adalah seorang penyair yang dikenal dengan puisi-puisinya yang romantis dan religius.

Karya Terkenal:

  • "Rindu Dendam" (1934): Kumpulan puisi yang mengungkapkan kerinduan dan perasaan cinta yang mendalam.

6. Roestam Effendi

Roestam Effendi adalah seorang penyair dan dramawan yang juga aktif dalam dunia politik. Karya-karyanya seringkali menggambarkan semangat perjuangan dan nasionalisme.

Karya Terkenal:

  • "Bebasari" (1926): Drama yang mengisahkan perjuangan seorang pahlawan dalam membebaskan rakyatnya dari tirani.

D. ANGKATAN  '45

Angkatan '45 merupakan periode penting dalam sejarah sastra Indonesia, ditandai dengan semangat revolusi dan kemerdekaan. Para penyair dan penulis dari angkatan ini dikenal dengan gaya yang lebih dinamis, penuh semangat perjuangan, dan menggambarkan kondisi sosial-politik pada masa itu. Berikut adalah beberapa penyair terkemuka dari Angkatan '45 beserta karya-karya mereka:

1. Chairil Anwar

Chairil Anwar adalah salah satu penyair paling terkenal dari Angkatan '45. Puisinya dikenal karena ekspresivitas dan tema-tema eksistensial yang kuat.

Karya Terkenal:

  • "Aku" (1943): Puisi yang menggambarkan semangat kebebasan dan individualitas.
  • "Krawang-Bekasi" (1948): Puisi yang menggambarkan penderitaan dan perjuangan rakyat Indonesia.
  • "Deru Campur Debu" (1949): Kumpulan puisi yang diterbitkan setelah kematiannya.

2. Asrul Sani

Asrul Sani adalah penyair, penulis naskah drama, dan sutradara film yang berpengaruh. Karya-karyanya sering menggambarkan realitas sosial dan politik.

Karya Terkenal:

  • "Tiga Menguak Takdir" (1950): Kumpulan puisi bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin.
  • "Surat-surat Kepercayaan": Kumpulan puisi yang mengekspresikan pandangan sosial dan filosofis.

3. Rivai Apin

Rivai Apin adalah seorang penyair dan kritikus sastra. Karyanya sering mengangkat tema sosial dan perjuangan rakyat.

Karya Terkenal:

  • "Gema Tanah Air" (1948): Kumpulan puisi yang mengekspresikan semangat nasionalisme dan perjuangan.
  • "Tiga Menguak Takdir" (1950): Kumpulan puisi bersama Chairil Anwar dan Asrul Sani.

4. Idrus

Idrus adalah penulis prosa dan dramawan yang dikenal dengan gaya penulisannya yang realis dan kritis terhadap kondisi sosial.

Karya Terkenal:

  • "Surabaya" (1946): Kumpulan cerita pendek yang menggambarkan perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajah.
  • "Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma" (1948): Kumpulan cerita pendek yang menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

5. Sitor Situmorang

Sitor Situmorang adalah penyair, penulis prosa, dan dramawan yang karya-karyanya sering mengangkat tema-tema eksistensial dan sosial.

Karya Terkenal:

  • "Surat Kertas Hidjau" (1953): Kumpulan puisi yang mengekspresikan perasaan pribadi dan pandangan sosial.
  • "Djalan Mutiara" (1954): Kumpulan cerita pendek yang menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia.

6. Achdiat K. Mihardja

Achdiat K. Mihardja adalah penulis dan kritikus sastra yang dikenal dengan novel-novelnya yang menggambarkan konflik sosial dan politik.

Karya Terkenal:

  • "Ateis" (1949): Novel yang menggambarkan konflik batin seorang pemuda dalam pencariannya akan makna hidup di tengah pergolakan sosial dan politik.

E. ANGKATAN '66

Angkatan '66 merupakan periode penting dalam sejarah sastra Indonesia, yang muncul pada masa pergolakan politik dan sosial pasca-G30S/PKI pada tahun 1965. Penyair dan penulis dari angkatan ini sering kali mengangkat tema-tema kritik sosial, politik, dan moral, serta mengekspresikan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan. Berikut adalah beberapa penyair terkemuka dari Angkatan '66 beserta karya-karya mereka:

1. Taufiq Ismail

Taufiq Ismail adalah salah satu penyair paling terkemuka dari Angkatan '66. Puisinya dikenal karena kritik sosial yang tajam dan pengungkapan realitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Karya Terkenal:

  • "Tirani dan Benteng" (1993): Kumpulan puisi yang mengekspresikan perlawanan terhadap tirani dan ketidakadilan.
  • "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia" (1966): Puisi yang mengkritik kondisi sosial dan politik Indonesia pada masa itu.
  • "Puisi-puisi Langit" (1975): Kumpulan puisi yang menggabungkan tema religius dan kritik sosial.

2. WS Rendra

WS Rendra, yang juga dikenal sebagai "Burung Merak", adalah seorang penyair, dramawan, dan aktor yang karya-karyanya sering kali kontroversial karena kritik sosial dan politik yang tajam.

Karya Terkenal:

  • "Blues untuk Bonnie" (1971): Kumpulan puisi yang menggambarkan berbagai aspek kehidupan sosial dan politik.
  • "Potret Pembangunan dalam Puisi" (1993): Kumpulan puisi yang mengekspresikan kritik terhadap pembangunan yang tidak adil.
  • "Sajak-sajak Sepatu Tua" (1972): Kumpulan puisi yang mengekspresikan keresahan sosial dan politik.

3. Goenawan Mohamad

Goenawan Mohamad adalah penyair, esais, dan jurnalis yang juga merupakan pendiri majalah "Tempo". Karyanya sering menggabungkan kritik sosial dengan refleksi filosofis.

Karya Terkenal:

  • "Interlude" (1971): Kumpulan puisi yang menggambarkan berbagai tema sosial dan filosofis.
  • "Pariksit" (1983): Kumpulan puisi yang mengekspresikan refleksi terhadap kondisi sosial dan politik.
  • "Don Quixote" (1987): Kumpulan esai yang menggabungkan tema sosial, politik, dan budaya.

4. Ajip Rosidi

Ajip Rosidi adalah seorang penyair, penulis, dan kritikus sastra yang karya-karyanya sering kali menggambarkan kehidupan masyarakat Sunda serta kritik sosial.

Karya Terkenal:

  • "Ketemu di Jalan" (1956): Kumpulan puisi yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dan kritik sosial.
  • "Puisi-puisi Lama" (1972): Kumpulan puisi yang mengekspresikan refleksi terhadap kondisi sosial dan politik.

5. Rendra Karno

Rendra Karno adalah seorang penyair yang juga dikenal sebagai aktor dan sutradara teater. Puisinya sering kali mengekspresikan kritik sosial dan refleksi pribadi.

Karya Terkenal:

  • "Balada Orang-orang Tercinta" (1957): Kumpulan puisi yang menggambarkan kehidupan masyarakat kecil dan kritik sosial.
  • "Selamat Jalan Anak Kufur" (1963): Kumpulan puisi yang mengekspresikan refleksi pribadi dan sosial.

F. ANGKATAN REFORMASI

Angkatan Reformasi merujuk pada periode setelah runtuhnya rezim Orde Baru di Indonesia pada tahun 1998, yang dikenal sebagai era Reformasi. Pada masa ini, terjadi kebebasan berekspresi yang lebih luas dalam dunia sastra dan seni. Para penyair Angkatan Reformasi sering kali mengangkat tema-tema sosial, politik, dan kemanusiaan, serta bereksperimen dengan bentuk dan gaya puisi yang lebih bebas dan inovatif. Berikut adalah beberapa penyair terkemuka dari Angkatan Reformasi beserta karya-karya mereka:

1. Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono adalah salah satu penyair paling dihormati di Indonesia. Meskipun ia mulai menulis jauh sebelum era Reformasi, karyanya terus berpengaruh dan relevan hingga era ini.

Karya Terkenal:

  • "Hujan Bulan Juni" (1994): Kumpulan puisi yang sangat populer dan penuh dengan keindahan serta kesederhanaan.
  • "Ayat-ayat Api" (2001): Kumpulan puisi yang mengekspresikan pandangan sosial dan politik pada era Reformasi.

2. Afrizal Malna

Afrizal Malna dikenal dengan puisi-puisinya yang eksperimental dan sering kali mengangkat tema-tema sosial dan politik. Ia dikenal karena gaya penulisannya yang unik dan inovatif.

Karya Terkenal:

  • "Teman-temanku dari Atap Bahasa" (1992): Kumpulan puisi yang penuh dengan eksplorasi bahasa dan struktur.
  • "Kalung dari Teman" (2000): Kumpulan puisi yang mengekspresikan pandangan kritis terhadap kondisi sosial dan politik Indonesia.

3. Joko Pinurbo

Joko Pinurbo, sering disebut Jokpin, adalah penyair yang terkenal dengan puisi-puisinya yang menggabungkan humor, ironi, dan kritik sosial.

Karya Terkenal:

  • "Celana" (1999): Kumpulan puisi yang mengangkat tema-tema sehari-hari dengan gaya yang unik dan reflektif.
  • "Di Bawah Kibaran Sarung" (2001): Kumpulan puisi yang mengeksplorasi identitas dan kondisi sosial-politik Indonesia.

4. Dorothea Rosa Herliany

Dorothea Rosa Herliany adalah penyair yang karyanya sering mengangkat tema-tema feminisme, identitas, dan pengalaman perempuan.

Karya Terkenal:

  • "Santa Rosa" (2005): Kumpulan puisi yang mengekspresikan pengalaman dan pandangan perempuan dalam masyarakat.
  • "Para Pembunuh Waktu" (2010): Kumpulan puisi yang menggambarkan berbagai aspek kehidupan dan perjuangan perempuan.

5. Saut Situmorang

Saut Situmorang adalah penyair dan esais yang dikenal dengan kritik sosialnya yang tajam serta eksplorasi terhadap identitas dan budaya.

Karya Terkenal:

  • "Autobiografi" (2002): Kumpulan puisi yang mengeksplorasi identitas pribadi dan sosial.
  • "Satanic Verses" (2009): Kumpulan puisi yang mengangkat tema-tema kontroversial dan kritik sosial.

G. ANGKATAN  2000-an

Angkatan 2000-an dalam sastra Indonesia merujuk pada para penyair dan penulis yang mulai muncul dan berkembang setelah tahun 2000. Pada periode ini, teknologi dan internet mulai memainkan peran penting dalam distribusi dan konsumsi karya sastra. Para penyair angkatan ini seringkali mengeksplorasi tema-tema yang beragam, mulai dari isu-isu sosial, politik, hingga kehidupan sehari-hari, dengan gaya yang lebih bebas dan eksperimental. Berikut adalah beberapa penyair terkemuka dari Angkatan 2000-an beserta karya-karya mereka:

1. Joko Pinurbo

Joko Pinurbo, sering disebut Jokpin, adalah penyair yang karya-karyanya penuh dengan humor, ironi, dan pengamatan tajam terhadap kehidupan sehari-hari. Meskipun ia mulai menulis sebelum tahun 2000, popularitasnya meningkat pesat pada periode ini.

Karya Terkenal:

  • "Celana" (1999): Kumpulan puisi yang menggabungkan tema sehari-hari dengan refleksi mendalam.
  • "Di Bawah Kibaran Sarung" (2001): Kumpulan puisi yang mengeksplorasi identitas dan kondisi sosial-politik Indonesia.
  • "Baju Bulan" (2004): Kumpulan puisi yang melanjutkan eksplorasi tema-tema pribadi dan sosial dengan gaya yang khas.

2. Aan Mansyur

Aan Mansyur adalah penyair dan penulis prosa yang karyanya sering mengangkat tema cinta, kehilangan, dan pencarian identitas. Ia juga aktif dalam mempromosikan sastra melalui berbagai kegiatan literasi.

Karya Terkenal:

  • "Melihat Api Bekerja" (2015): Kumpulan puisi yang mengeksplorasi tema-tema eksistensial dan refleksi pribadi.
  • "Tidak Ada New York Hari Ini" (2016): Kumpulan puisi yang menjadi terkenal setelah diadaptasi dalam film "Ada Apa dengan Cinta? 2".

3. Avianti Armand

Avianti Armand adalah seorang arsitek, penyair, dan penulis yang karya-karyanya sering menggabungkan elemen-elemen visual dan tekstual dengan refleksi mendalam tentang kehidupan.

Karya Terkenal:

  • "Perempuan yang Dihapus Namanya" (2010): Kumpulan puisi yang mengeksplorasi identitas dan pengalaman perempuan.
  • "Museum Masa Kecil" (2013): Kumpulan puisi yang mengangkat tema kenangan dan refleksi pribadi.

4. M. Aan Mansyur

M. Aan Mansyur adalah penyair dan penulis yang dikenal dengan gaya penulisan yang puitis dan reflektif. Karyanya sering mengeksplorasi tema-tema cinta, kehidupan, dan eksistensi.

Karya Terkenal:

  • "Cinta yang Marah" (2009): Kumpulan puisi yang mengangkat tema cinta dan hubungan antarmanusia.
  • "Kukila" (2012): Novel yang menggabungkan prosa dan puisi dalam menggambarkan kehidupan sehari-hari.

5. Gratiagusti Chananya Rompas

Gratiagusti Chananya Rompas, dikenal sebagai Anya Rompas, adalah penyair yang karyanya sering mengeksplorasi tema-tema personal dan introspektif.

Karya Terkenal:

  • "Non-Spesifik" (2009): Kumpulan puisi yang menggambarkan pengalaman pribadi dengan gaya yang unik dan introspektif.
  • "Jakarta" (2016): Kumpulan puisi yang mengangkat tema kehidupan urban dan pencarian identitas di kota besar.

6. Norman Erikson Pasaribu

Norman Erikson Pasaribu adalah penyair dan penulis prosa yang karyanya sering mengangkat tema-tema LGBTQ+, identitas, dan budaya.

Karya Terkenal:

  • "Sergius Mencari Bacchus" (2016): Kumpulan puisi yang mengeksplorasi pengalaman dan identitas LGBTQ+ di Indonesia.
  • "Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu" (2020): Kumpulan cerita pendek yang menggabungkan humor dan refleksi sosial.

Baca Juga : Profil Chairil Anwar

Share:

0 comments:

Posting Komentar